top of page

Muhammadiyah Gorontalo Mulai Bangun Satu Data Organisasi melalui SatuMu

Writer: Marketing LabMu
Marketing LabMu
Sep 23
3 min read
Smiling group poses in a conference room under a banner reading Training of Trainer Agen dan Verifikator SatuMu

GORONTALO, 19 September 2026 — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Gorontalo mulai memperkuat tata kelola data organisasinya melalui implementasi SatuMu, platform digital yang dirancang untuk mengintegrasikan data keanggotaan, kepengurusan, iuran, dan berbagai layanan organisasi dalam satu sistem.


Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan sosialisasi SatuMu se-Wilayah Gorontalo di Aula Rektorat Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), yang diikuti oleh Ketua dan Sekretaris Pimpinan  Daerah Muhammadiyah (PDM) serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Gorontalo, bersama agen dan verifikator dari masing-masing daerah dan cabang.


Bagi PWM Gorontalo, kegiatan ini menjadi titik awal untuk membangun pengelolaan data organisasi yang lebih terstruktur dan terhubung, sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang akan menjalankan implementasinya hingga tingkat Cabang dan Ranting.


Bukan Sekadar Digitalisasi Aplikasi


Sekretaris PWM Gorontalo, Dr. H. Salahudin Pakaya, M.H., yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor II UMGO, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas orang-orang yang menjalankannya.


Three men at a panel table, one speaking into a mic, under a banner for Training of Trainer in Gorontalo.

Sementara itu, Ketua PWM Gorontalo, Dr. H. Sabara Karim Ngou, M.Pd., secara resmi membuka kegiatan dan menekankan pentingnya percepatan digitalisasi tata kelola organisasi di Gorontalo.


“Digitalisasi bukan sekadar soal adopsi teknologi, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas tata kelola organisasi serta kualitas pelayanan kepada seluruh elemen di dalamnya,” ujar Sabara.


Ia juga mendorong para peserta untuk tidak berhenti pada pemahaman di tingkat wilayah dan daerah, tetapi meneruskan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh hingga ke tingkat Cabang dan Ranting.


Dengan pendekatan tersebut, implementasi SatuMu tidak hanya diposisikan sebagai proses memasukkan data ke dalam sistem. Agen dan verifikator menjadi bagian penting untuk membantu memastikan proses pendataan, pembaruan, dan verifikasi dapat berjalan secara berkelanjutan di setiap tingkatan organisasi.


Data yang Terhubung, Organisasi yang Lebih Siap


Kebutuhan untuk membangun data yang terintegrasi juga menjadi perhatian dalam agenda transformasi digital nasional. Melalui Satu Data Indonesia, pemerintah menempatkan integrasi, kualitas, interoperabilitas, serta tata kelola data sebagai bagian penting dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data.


Prinsip tersebut relevan tidak hanya bagi pemerintahan, tetapi juga bagi organisasi dengan struktur yang luas dan berlapis.


Bagi organisasi seperti Muhammadiyah, data tersebar di berbagai tingkatan dan unit organisasi. Tanpa sistem yang terhubung, pembaruan data dapat berjalan tidak seragam dan informasi sulit dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan organisasi.


Di sinilah SatuMu mengambil peran: menghubungkan data organisasi dalam satu sistem sehingga data tidak hanya tersimpan, tetapi dapat dikelola dan dimanfaatkan bersama.


SatuMu dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun fondasi digital organisasi Muhammadiyah yang lebih terintegrasi—mulai dari data anggota dan kepengurusan hingga layanan organisasi yang membutuhkan basis data yang konsisten.


Dimulai dari Gorontalo, Bergerak dari Cabang Hingga Ranting


Sosialisasi di Gorontalo menjadi langkah awal sebelum implementasi diperluas secara berjenjang.

Meeting room training session with seated attendees and speakers; banner reads Training of Trainer Agen dan Verifikator SatuMU Wilayah Gorontalo

Para agen dan verifikator yang telah mengikuti sosialisasi akan menjadi penggerak di masing-masing daerah dan cabang untuk membantu proses implementasi SatuMu sekaligus meneruskan pengetahuan kepada struktur organisasi di bawahnya.


Target akhirnya bukan sekadar semakin banyak pengguna yang masuk ke dalam sistem, tetapi terbentuknya data organisasi yang lebih rapi, terverifikasi, dan terus diperbarui.


Dengan fondasi tersebut, Muhammadiyah di Gorontalo diharapkan memiliki basis data yang semakin siap untuk mendukung pengelolaan organisasi, perencanaan program, serta pengembangan layanan di masa mendatang.


Tentang SatuMu 

SatuMu adalah platform digital terpadu yang mengintegrasikan data dan layanan organisasi Muhammadiyah dalam satu sistem. SatuMu mendukung pengelolaan data keanggotaan, kepengurusan, iuran, serta berbagai kebutuhan organisasi lainnya untuk membantu mewujudkan tata kelola data Muhammadiyah yang lebih terstruktur, terhubung, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.


SatuMu dikembangkan oleh LabMu, ekosistem teknologi yang mendukung transformasi digital Muhammadiyah melalui pengembangan infrastruktur, platform, dan layanan digital.


Tentang LabMu

LabMu adalah unit pengembangan teknologi internal dan pusat inovasi digital di bawah naungan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. LabMu berperan mengembangkan, mengelola, dan mengintegrasikan berbagai sistem serta aplikasi digital bagi seluruh amal usaha dan lembaga Muhammadiyah, termasuk pengelolaan big data dan jaringan digitalisasi organisasi untuk mendukung kedaulatan digital umat. Melalui berbagai inisiatif seperti Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) dan ekosistem aplikasi digital lainnya, LabMu menghubungkan data, sistem, dan identitas digital warga Muhammadiyah dalam satu ekosistem yang lebih transparan dan efisien.

bottom of page